UMROH TERMURAH DI PURWOREJO

Albayt Tours Purworejo, selalu mengedepankan Umroh Murah, amanah, Berkah. Memudahkan Muslimin dan Muslimat menuju Tanah Suci Mekah dan madinah

PT ALBAYT WISATA UNIVERSAL MENJUNJUNG TINGGI KEPUASAN PELANGGAN

Alhamdulillah sejak berdirinya PT ALbayt Wisata Universal tidak pernah terjadi permasalahan Umroh

ALBAYT TOURS PURWOREJO : WISATA MUSLIM DOMESTIK DAN INTERNASIONAL

Selain Umroh, Juga melayani wisata domestik dan Internasional ke Seluruh Dunia

PT ALBAYT TOURS PURWOREJO, PELAYANAN PRIMA DALAM UMROH DAN HAJI KHUSUS

Berbagai macam katagori Umroh sesuai kemampuan Jamaah : Umroh Super Hemat, Umroh Promo, Umroh Reguler, Umroh Arbain, Umroh VIP, dan Umroh Super VVIP

PT ALBAYT TOURS PURWOREJO, MELAYANI JAMAAH UMROH DAN KHAJI KHUSUS DENGAN HATI YANG IKHLAS

Kualitas, Keiklhlasan dan Total dalam melayani jamaah adalah komitmen kami

Kamis, 18 Juni 2020

UMROH DAN MIQOT UMROH



Umrah (Arab: عمرة‎‎‎) adalah ibadah umat Islam yang dilakukan di Mekah al-Mukarramah khususnya di Masjidil Haram. Ibadah umroh hampir mirip dengan ibadah haji, hanya saja dalam kegiatan umroh tidak melakukan wukuf, mabit dan melontar jumrah sebagaimana yang dilakukan dalam haji. 
Secara bahasa, umroh artinya berkunjung ke suatu tempat. Sedangkan secara istilah fikih, umroh artinya melakukan serangkaian ibadah: tawaf (mengitari Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran), sai (berlari-lari kecil) di antara dua bukit shafa dan marwah, lalu diakhiri dengan tahalul (memotong sebagian rambut kepala). Semua rangkaian ibadah tersebut dilakukan setelah ihram (niat) untuk umroh dari batas-batas miqat yang telah ditentukan.

 Adapun batas-batas miqat yang dimaksud yaitu:
1. Yalamlam Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk Yaman atau bagi calon jamaah umroh yang datang dari arah selatan. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 450 KM dari kota Mekah. 
2. Rabigh (sebelumnya Juhfah) Batas miqat yang ditentukan untuk jamaah umroh yang datang dari arah barat. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 187 KM dari kota Mekah. 
3. As-Sail (dulu disebut Qarnul Manazil) Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk Najd atau jamaah umroh yang datang dari arah timur. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 94 KM dari kota Mekah. 
4. Birr Ali (dulu disebut Dzul Hulaifa) Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk Madinah atau yang datang dari sebelah utara. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 450 KM dari kota Mekah 5. Ji'ronah, Tan'im dan Hudaibiyah Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk kota Mekah. Batas-batas miqat tersebut masing-masing berjarak ± sekitar 22 KM (Ji'ronah), 5 KM (Tan'im) dan 29 KM (Hudaibiyah) dari kota Mekah.

Rabu, 17 Juni 2020

PT ALBAYT WISATA UNIVERSAL PURWOREJO, UMROH TERMURAH DI PURWOREJO

PT Albayt Wisata Universal adalah Perusahaan jasa tour & travel yang meliputi wisata domestik, international dan wisata religi (umrah dan haji) dengan mengedepankan konsep wisata syariah / wisata halal. Dimana setiap paket perjalanan wisata mengutamakan Prayer Time dan Halal Food.
Berdiri sejak tahun 2013 sebagai Agen Tiketing & Biro Perjalan Wisata dan pada tahun 2016 mendapatkan SK izin penyelenggara ibadah umrah dengan Nomor 169 Tahun 2016.
Albayt Tour telah siap melayani tamu-tamu Allah dan kami memiliki ijin resmi sebagai penyelenggara umrah yang dikeluarkan Kemenag RI. Fokus kami adalah kenyamanan ibadah dan kepuasan jamaah pada bimbingan dan pelayanan.
Setiap tahunnya Albayt Tour telah melayani tour muslim keberbagai manca negara dan jamaah umrah ke Arab Saudi, kami selalu berusaha untuk memberikan pelayanan maksimal dan profesional kepada para jamaah. Salah satunya dengan memberikan HARGA YANG EKONOMIS DENGAN PELAYANAN TERBAIK.

INI BEDANYA ANTARA UMRAH DAN HAJI

Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, istilah Haji dan Umroh sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Haji dan Umroh merupakan impian semua umat Islam karena untuk melaksanakannya membutuhkan persiapan yang lebih, khususnya persiapan dari segi biaya dan fisik untuk bisa pergi ke Makkah Al-Mukaramah.
Haji dan umroh merupakan ibadah yang bersifat maliah mahdhoh atau yang erat membutuhkan harta benda. Terlebih lagi dengan sistem antrian haji yang sedemikian lamanya membuat calon jamaah harus menunggu antrian selama bertahun-tahun lamanya. Berbeda dengan umroh yang bisa dilakukan setiap saat di luar musim haji, ibdah haji sudah ditentukan waktunya setahun sekali pada bulan Dzulhijah sedangkan jumlah jamaah setiap tahunnya semakin bertambah yang membuat antrian semakin panjang.
Umroh sering juga disebut haji kecil. Namun sayangnya, banyak yang tidak begitu paham perbedaan keduanya, bahkan bagi orang yang sudah pernah umroh sekalipun seringkali sulit mengungkapkan perbedaan haji dan umroh tersebut dimana. Perlu kiranya ulama di Indonesia merangkum dan menyajikan Istilah tersebut ke dalam pengertian yang lebih komprehensif dan mudah dipahami oleh masyarakat awam (terlebih lagi dengan kehadiran teknologi internet seharusnya itu menjadi ruang yang sangat bagus sebagai sarana belajar agama).
Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilakukan oleh muslim yang mampu. Haji memiliki banyak persamaan dengan umrah. Namun, kedua ibadah ini juga mempunyai perbedaan mendasar terkait waktu dan hukum pelaksanaannya. Haji secara literal berarti menyengaja atau mengunjungi. Maknanya adalah menyengaja datang ke Baitullah secara fisik dan jiwa untuk menunaikan amalan tertentu, dengan syarat-syarat tertentu, dan pada waktu tertentu, yaitu pada bulan-bulan haji. Sementara itu, umrah secara literal dipahami sebagai berziarah. Maknanya, berziarah ke Baitullah untuk melaksanakan amalan-amalan tertentu yaitu tawaf, sai, dan bercukur. Berbeda dengan haji, umrah dapat dikerjakan setiap waktu dalam setahun Hukum Menunaikan Haji dan Umrah Ditilik dari segi hukum, haji dan umrah berbeda. Haji wajib hukumnya dilakukan oleh muslim yang mampu. Dasarnya adalah Surah Ali Imran:97, " ... mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah MahaKaya, dari semesta alam." Selain itu terdapat riwayat dari Ibnu Umar, "Islam didirikan atas lima hal, bersaksi tiada tuhan selain Allah sesungguhnya Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, melaksanakan zakat, haji ke Baitullah dan puasa Ramadan,” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, seorang muslim yang sudah mampu dari segi spiritual, fisik, dan finansial, wajib hukumnya mengerjakan haji. Sebaliknya orang yang sudah mampu, tetapi mengingkari kewajibannya berhaji, tergolong murtad. Berbeda dengan haji, terdapat perbedaan pendapat ulama tentang umrah. Sebagian menilai ibadah ini wajib dikerjakan sekali seumur hidup, dan sebagian lain menyebut hukumnya sunah: jika tidak dikerjakan tidak berdosa, dan jika ditunaikan, mendapatkan pahala. Ulama yang menyatakan umrah wajib, melandaskan pada Surah al-Baqarah:196, "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah untuk Allah." Sebaliknya, yang menyebut umrah hukumnya sunah, menggunakan riwayat dari Jabir, bahwa Nabi pernah ditanya mengenai umrah wajib atau tidak. Beliau menjawab, "Tidak, dan ketika kau umrah maka itu lebih baik bagimu.” (HR. at-Tirmidzi). Hanya saja, riwayat tersebut disebut Imam Nawawi dalam al-Majmu sebagai lemah (dhaif). Perbedaan Rukun Haji dan Umrah Terdapat perbedaan haji dan umrah terkait rukun kedua ibadah tersebut. Rukun haji adalah niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sai, dan memotong rambut. Sementara itu, dalam umrah, tidak ada rukun wukuf di Arafah. Empat rukun lain sama, yaitu niat ihram, tawaf, sai, dan memotong rambut. Perbedaan Waktu Pelaksanaan Haji dan Umrah Jika merujuk pada waktu pelaksanaan, haji memiliki waktu yang lebih terbatas daripada umrah. Pasalnya, haji hanya dapat dilakukan pada bulan-bulan haji, dimulai sejak Syawal hingga awal Zulhijah. Firman Allah dalam Surah al-Baqarah:197 "Musim haji itu (berlangsung) pada beberapa bulan yang telah diketahui” . Sementara itu Abdullah bin Umar berkata, "Bulan-bulan haji Syawal, Zulqa’dah, dan 10 hari (pertama) Zulhijah” (H.R. Bukhari). Sementara itu, Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, karena di dalamnya tidak terdapat rukun wukuf di Arafah, yang dilakukan pada 9 Zulhijah.

Baca selengkapnya di artikel "Perbedaan Haji dan Umrah: Hukum, Rukun, & Waktu Ibadah", https://tirto.id/eeiE

GARUDA AKAN MEMBUKA PENERBANGAN UMRAH, KAPANKAH ?

Kabar gembira bagi para Jemaah umrah. Garuda Indonesia akan kembali membuka penerbangan umroh ke Arab Saudi, Minggu (15/3/2020). Rute umroh yang dibuka karena larangan penutupan oleh Kerajaan Arab Saudi akan habis masa waktunya, Jumat (13/3/2020). Jadi, Jemaah sudah bisa mempersiapkan diri kembali untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah, dan Madinah dalam rangka beribadah umrah.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (9/3/2020), Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan adanya kabar gembira itu. “Saya ingin sampaikan kepada bapak dan ibu sekalian bahwa info umrah ke Arab Saudi akan kembali dibuka, 15 Maret. Ini menjadi kabar menggembirakan.”
Hingga saat ini, kata Irfan, Garuda Indonesia masih menjalankan armadanya ke Arab Saudi. Karena, hal ini sebagai kewajiban maskapai kepada penumpang yang telah memiliki tiket pulang ke Indonesia. Irfan mengungkapkan, hingga saat ini ada sekitar 4 ribu jemaah umrah Indonesia yang masih di Arab Saudi.
“Saya tidak mengatakan ini evakuasi atau pemulangan. Tapi ini kewajiban kami bagi yang sudah membawa tiket pulang. Ini kelihatannya berlangsung beberapa hari lagi, masih ada 4.000-an jemaah di sana,” katanya.
Menurut Irfan, jika nantinya pemerintah Arab Saudi membuka kembali izin umrah, Garuda Indonesia berencana menambah armada untuk mengantar WNI yang akan beribadah. Saat ini, Garuda Indonesia menerbangkan empat pesawat kosong dari Indonesia ke Arab Saudi, dan baru terisi penuh saat perjalanan pulang ke Tanah Air.
Irfan mengakui, Garuda babak belur dengan adanya isu virus Corona, asal Wuhan, Hubei, China tersebut. “Ada penurunan lah, tapi kita nggak usah ngomongin gituan. Lumayan babak belur, tapi ya sudahlah.

KAPAN UMROH DAN HAJI DIBUKA KEMBALI ?

Arab Saudi, Pemerintah Arab Saudi dikabarkan akan kembali membuka dua masjid suci umat muslim, Masjidil Haram dan Nabawi, di Mekah dan Madinah. Kepala pengurus dua masjid tersebut memberikan kabar ini sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette, Kamis (30/4/2020).
Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci mengatakan jamaah akan bisa kembali melakukan ibadah dan mengunjungi masjid.

"Hari-hari (akan datang) ketika kesedihan akan diusir dari umat Islam dan kita kembali ke Dua Masjid Suci untuk tawaf (mengelilingi Ka'bah Suci), sa'i (ritual perjalanan antara bukit Safa dan Marwa) dan shalat di Al-Rawdah Sharif dan menyapa Nabi (saw)," katanya dalam sebuah video.

Kabar baik juga disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter resminya, kementerian meyakinkan bahwa jamaah akan bisa beribadah lagi di tempat suci yang ada di negara itu.

"Insya Allah, di bawah kepemimpinan pemerintah kita yang bijaksana, dan sejalan dengan komitmen kita untuk mematuhi prosedur dan instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas yang kompeten, akan ada kunjungan kembali ke Mekah, dengan membuka kembali Haram dan kembali untuk mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah untuk umat beriman dari seluruh penjuru dunia ... perasaan kaum Muslim adalah perasaan kami dan kami memiliki dukungan dari mana-mana."

Kabar ini disampaikan pemerintah Arab Saudi setelah sebelumnya ramai mencuat isu ibadah haji di 2020 kemungkinan akan ditunda. Pemerintah Arab Saudi telah menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh sejak 27 Februari 2020 lalu.

Pemerintah Arab Saudi juga telah meminta umat Muslim di seluruh dunia untuk menunggu waktu yang tepat dalam merencanakan ibadah haji pada awal April lalu.

"Arab Saudi sepenuhnya siap untuk melayani peziarah ... Tetapi dalam keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang pandemi global ... kerajaan lebih tertarik untuk melindungi kesehatan umat Islam dan warga negara," kata Menteri Haji Saudi Mohammad Benten kepada televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah, sebagaimana ditulis AFP.

"Karena itu kami telah meminta saudara kami Muslim di semua negara untuk menunggu terlebih dahulu melakukannya (haji), sampai situasinya jelas."

IBADAH HAJI 2020 DITUNDA, INI ALASANNYA

JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi memutuskan tidak ada pemberangkatan jemaah haji pada tahun 2020. Keputusan ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia.
"Tidak hanya yang menggunakan kuota haji pemerintah, tapi juga yang menggunakan visa haji undangan atau visa khusus yang diterbitkan Arab Saudi," kata Fachrul dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6/2020).
Fachrul beralasan tidak ada pemberangkatan haji tahun ini karena pemerintah Arab Saudi hingga hari ini masih menutup pintu. Di sisi lain, pemerintah tidak memiliki waktu cukup untuk melakukan persiapan pelayanan dan perlindungan jemaah.
Fachrul mengatakan alasan lain, di tengah pandemic Covid-19, pemerintah juga belum memiliki keluangan waktu untuk memaksakan pemberangkatan jemaah haji meski dengan pengurangan kuota.
Alasannya, berdasarkan jadwal, kloter pertama jemaah haji Indonesia sudah harus berangkat pada 26 Juni 2020. Sementara, pemerintah dan jemaah membutuhkan tambahan waktu untuk mengikuti protokol kesehatan.
"Dalam skenario ini (pengurangan kuota) maka rentang waktu haji akan lebih lama karena ada masa tambahan karantina 14 hari sebelum berangkat, setelah tiba (di Arab Saudi), dan setelah tiba kembali (di Indonesia)," tuturnya.
Selain itu, penyelenggaraan haji di tengah wabah penyakit menular berbahaya. Kementerian Agama, kata Fachrul, telah melakukan kajian literatur terkait pelaksanaan haji di tengah wabah. "Faktanya mengakibatkan terjadinya tragedi kemanusiaan dan puluhan ribu jemaah jadi korban," ucap dia.
Berdasarkan sejarah, pemerintah Arab Saudi pernah melarang pelaksanaan haji pada 1814 karena wabah penyakit thoun, 1837 dan 1858 karena epidemi, 1892 akibat wabah kolera, dan 1897 sebab wabah meningitis.
Sedangkan pemerintah Indonesia pernah tidak memberangkatkan jemaah haji pada 1946 hingga 1948 akibat agresi militer Belanda.
Sebelum memutuskan meniadakan pemberangkatan jemaah haji, Fachrul menyatakan telah meminta pendapat Majelis Ulama Indonesia dan berkonsultasi dengan Komisi Agama DPR RI.

Minggu, 02 Juni 2019

CERITA SAHABAT rosululloh : MUSIBAH TERBESAR ADALAH HILANGNYA KALENG KECIL

MUSIBAH TERBESAR ADALAH HILANGNYA KALENG KECIL


Sayyidina Abu Hurairoh Radliyallahu anhu berkata :
"Musibah terbesar dalm hidupku ada 3 yaitu :
1. Wafatnya Rasulullah Saw.
2. Wafatnya Sayyidina Usman bin Affan.
3. Rumahku dibakar, hartaku di rampok dan hilanglah kaleng kecilku".
Para sahabat tertawa mendengar musibah terbesar adalah kaleng kecil.
Mereka bertanya : "Memangnya kenapa ya Abu Hurairoh,kenapa engkau bilang kaleng kecil hilang adalah musibah terbesarmu?".
Abu Hurairoh menjawab : "Aku pernah bepergian bersama Rasulullah Saw. Aku masukkan sebelumnya kedalam kaleng 20 biji kurma". Di perjalanan Rasul Saw. Bertanya :" Apa itu wahai Abu Hurairah? "Aku menjawab : "Kurma wahai Rasulullah." "Keluarkan", perintah Beliau.
Maka aku keluarkan kurma tersebut.
Kemudian Rasulullah meniup satu persatu sambil membacakan doa.
Lalu Rasulullah berkata : "Jika kamu lapar, masukkan tanganmu kedalam kaleng, jangan kamu tumpahkan".
Semenjak itu aku selalu mengambil kurma dari dalam kaleng tersebut dan isinya tak pernah habis, bahkan sampai Rasulullah Saw wafat. Hingga Wafat pula Kholifah-kholifah dan tetap tak habis, sampai Sayyidina Usman pun Wafat... Lalu kaleng tersebut hilang.
Aku tahu bawa kurma tersebut tadinya berjumlah 20, namun aku telah memakannya dan aku kumpulkan bijinya, hingga jumlahnya sebanyak 100 karung".
Inilah Keberkahan Doa dan sentuhan Tangan Rasulullah Saw".
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ...
📸Abuya Dimyati Cidahu Pandegleng Banten.